banner-beranda-smartpreneur
KulinerUMKM
  • 2 mins read

Lily Nuryah, Konsistensi di Balik Renyahnya Bunly Kacang Mede Makassar

Agus Setiadi Agus Setiadi
  • Jan 29, 2026

Comments views
magzin magzin

Makassar, SMARTpreneur – Bagi sebagian orang, usia 50-an mungkin menjadi fase untuk melambat. Namun tidak bagi Lily Nuryah. Di usia 55 tahun, perempuan asal Makassar ini justru menguatkan langkahnya sebagai pelaku usaha kuliner melalui PT. Bunly Abadi Bersama, produsen Bunly Kacang Mede Makassar yang berdiri sejak 2019.

Berbekal ketajaman membaca peluang pasar, Lily melihat bahwa kacang mete bukan sekadar camilan, tetapi produk bernilai tinggi jika dikemas dengan tepat dan dipasarkan secara cerdas.

Berangkat dari Peluang, Bukan Sekadar Ikut Tren
“Saya melihat peluang dan potensi pasar yang cukup besar,” tutur Lily.

Dari pengamatan tersebut, ia memulai usaha olahan kacang mete dengan beragam varian rasa, menyasar konsumen yang menginginkan camilan berkualitas dengan tampilan modern.

Namun, fase awal usaha tidak lepas dari tantangan klasik UMKM: pemasaran dan permodalan. Salah satu keputusan penting yang sempat berdampak besar adalah penggunaan sistem konsinyasi di beberapa toko. Dari pengalaman itu, Lily belajar bahwa strategi distribusi harus sejalan dengan kekuatan arus kas usaha.

Strategi Bertahan: Efisiensi, Fokus, dan Kreativitas
Keunggulan Bunly terletak pada bahan baku biji mete utuh, kemasan menarik, dan pilihan rasa yang terus dikembangkan. Dengan keterbatasan modal, Lily memilih untuk tidak memaksakan ekspansi, melainkan memperkuat fondasi usaha.
“Kuncinya ada pada kreativitas, ketelitian, efisiensi, dan fokus pada sumber daya yang ada,” jelasnya.

Dalam pemasaran, digital marketing dan kemitraan menjadi strategi paling efektif. Media sosial berperan besar dalam membangun brand awareness sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas—tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Menghadapi Tekanan dengan Konsistensi
Penurunan usaha pernah terjadi. Namun Lily tidak mengubah arah. Ia memilih tetap fokus menjalankan bisnis, memperluas pasar secara bertahap, dan aktif menjalin kolaborasi. Prinsipnya sederhana: usaha yang dijalankan dengan konsisten akan menemukan jalannya sendiri.

Kini, Bunly Kacang Mede Makassar bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat branding usaha dan membuka kemitraan dengan berbagai pihak. Sebanyak enam orang saat ini bergantung pada keberlanjutan bisnis ini.

Target Naik Kelas: Nasional hingga Global
Dalam 1–3 tahun ke depan, Lily menargetkan Bunly untuk menjangkau pasar domestik nasional hingga global. Tantangan terbesarnya adalah kebutuhan modal kerja tambahan serta peralatan produksi yang lebih digital agar kapasitas dan efisiensi dapat meningkat.

Sebagai penutup, Lily menyampaikan pesan praktis bagi pelaku UMKM yang sedang berjuang:
“Tetap fokus pada usaha yang sedang digeluti dan perbanyak kemitraan. Jangan mudah berpindah arah.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *