banner-beranda-smartpreneur
What's OnUMKM
  • 3 mins read

INACRAFT 2026 Resmi Dibuka, Panggung UMKM Kriya Naik Kelas Menuju Pasar Global

Smartpreneur Smartpreneur
  • Feb 4, 2026

Comments views
magzin magzin

Jakarta, SMARTpreneur – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 resmi dibuka hari ini di Jakarta International Convention Center (JCC). Lebih dari sekadar pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT kembali menegaskan posisinya sebagai mesin akselerasi bisnis bagi UMKM kriya Indonesia agar naik kelas dan berdaya saing global.

Tahun ini, INACRAFT hadir dengan pesan yang jelas: kriya bukan hanya soal estetika, tetapi soal strategi ekonomi. Perajin didorong untuk tidak berhenti pada produksi, melainkan bertransformasi menjadi pelaku usaha yang adaptif, inovatif, dan market-oriented.

Kriya: Dari Warisan Budaya ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Baca Juga: INACRAFT 2026: Womenpreneurs Kriya Nusantara Naik Kelas dari Smart Village ke Pasar Global

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang secara resmi membuka INACRAFT 2026, menegaskan bahwa sektor kriya memiliki nilai strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“INACRAFT adalah bukti bahwa kriya Nusantara bukan hanya warisan budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi. Pemerintah berkomitmen mendorong UMKM kriya agar naik kelas melalui peningkatan kualitas, inovasi, digitalisasi, serta perluasan akses pasar, termasuk pasar internasional,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya INACRAFT sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kriya Indonesia yang berkarakter, kompetitif, dan berdampak langsung terhadap perekonomian nasional.

INACRAFT sebagai Ekosistem Bisnis, Bukan Sekadar Pameran

Sejalan dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Dr. H. Muchsin Ridjan, SE, MM, menegaskan bahwa INACRAFT 2026 dirancang sebagai ruang bertumbuh bagi perajin dan UMKM kriya.

“INACRAFT bukan sekadar pameran. Ini adalah ruang pembelajaran, kolaborasi, dan transformasi bisnis. Kami ingin perajin Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan memiliki daya saing global,” tegasnya.

INACRAFT 2026 juga memberi perhatian khusus pada womenpreneurs, yang selama ini menjadi tulang punggung industri kriya di berbagai daerah. Peran mereka tidak hanya penting secara sosial, tetapi juga strategis dalam menjaga keberlanjutan bisnis berbasis budaya.

UMKM Kriya Didorong Lebih Market-Oriented
Mengusung semangat kewirausahaan modern, INACRAFT 2026 menghadirkan ribuan produk unggulan dari seluruh Indonesia—mulai dari fesyen etnik, tekstil, kerajinan kayu, perhiasan, hingga dekorasi rumah bernilai tinggi.
Tak berhenti di etalase produk, berbagai program pendukung bisnis seperti business matching, talkshow, dan workshop strategi usaha turut dihadirkan.

Tujuannya jelas: membantu UMKM kriya memahami tren pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka peluang kemitraan dan ekspor.
Bagi pelaku usaha, INACRAFT menjadi tempat bertemunya produk, pasar, dan peluang investasi dalam satu ekosistem.

Momentum Strategis Menuju Kriya Berdaya Saing Global

Digelar pada 4–8 Februari 2026, INACRAFT terbuka untuk umum dan menjadi momentum penting bagi UMKM, wirausahawan, hingga pecinta produk kriya untuk melihat langsung potensi besar industri kreatif berbasis budaya Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, INACRAFT 2026 mengirimkan sinyal kuat: kriya Indonesia siap naik kelas, tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi sebagai kekuatan ekonomi kreatif nasional yang berorientasi global.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *