Lombok, SMARTpreneur – Strategi UMKM lokal membangun brand kuat, menembus pasar digital, dan memanfaatkan momentum Lebaran
Indonesia tidak pernah kekurangan kuliner khas daerah. Tapi hanya sedikit yang berhasil naik kelas: dari produk rumahan menjadi identitas daerah. Salah satunya adalah Nut Safir Cookies, kue kering berbahan biji-bijian lokal dari Lombok yang kini dikenal sebagai oleh-oleh unggulan Nusa Tenggara Barat.
Cerita ini bukan sekadar kisah jualan kue. Ini kisah tentang positioning, inovasi bahan lokal, transformasi digital, dan keberanian mengubah persepsi pasar.
Berangkat dari Kekhawatiran Orang Tua

Nut Safir Cookies berdiri pada 11 September 2012. Awalnya sangat sederhana: kegelisahan melihat camilan anak-anak yang makin jauh dari kata sehat.
Alih-alih menggunakan tepung biasa dan gula berlebih, produk ini memakai bahan lokal seperti:
kacang hijau
lebui (kacang hitam khas NTB)
mete
biji-bijian lokal lainnya
Sejak awal, tujuannya jelas:
membuat camilan enak, sehat, dan tetap terasa lokal.
Namun, di sinilah tantangan pertama muncul.
Tantangan Besar: Mengubah Mindset Pasar
Masalah terbesar bukan produksi.
Masalahnya adalah persepsi.
Saat itu masyarakat menganggap:
Kue kering = makanan Lebaran
Artinya bisnis hanya ramai 1–2 bulan setahun.
Selain itu ada tantangan lain:
Produk tradisional dianggap “jadul”
Bahan lokal belum punya nilai premium
Belum ada segmen jelas: snack harian atau oleh-oleh?
Jika tidak dipecahkan, usaha akan stagnan selamanya.
Titik Balik: Saat Pandemi Memaksa Berubah
Ketika pandemi COVID-19 datang, penjualan turun drastis.
Toko oleh-oleh sepi. Wisatawan hilang.
Baca Juga: WENINGSLINE: Dari Kain Tradisi Menuju Panggung Dunia
Di sini Nut Safir melakukan perubahan total — bukan sekadar berjualan online, tetapi mengubah cara berpikir bisnis.
- Transformasi Digital: Bukan Sekadar Upload Produk
Banyak UMKM masuk marketplace hanya untuk “hadir”.
Nut Safir memilih pendekatan berbeda: mengelola digital seperti toko utama.
Langkah yang dilakukan:
pengelolaan marketplace profesional
foto produk standar katalog
sistem respon pelanggan cepat
integrasi kanal penjualan
Hasilnya?
Penjualan online melonjak ratusan persen. - Branding: Jual Cerita, Bukan Sekadar Kue
Produk tidak lagi diposisikan sebagai snack biasa.
Nut Safir membawa narasi:
bahan lokal Lombok
resep tradisional
pemberdayaan perempuan
oleh-oleh autentik daerah
Perubahan sederhana ini menggeser positioning dari:
“kue kering rumahan” → “identitas kuliner Lombok” - Konten Marketing: Menggantikan Penjual di Toko
Karena pelanggan tidak datang langsung, maka cerita harus datang ke pelanggan.
Mereka mulai membuat:
video edukasi produk
storytelling bahan lokal
konten budaya Lombok
cara menikmati produk
Konten menjadi sales person digital 24 jam. - Customer Engagement: Bangun Relasi, Bukan Transaksi
Strategi berikutnya adalah merawat pelanggan:
program loyalitas
komunikasi personal
layanan responsif
edukasi produk baru
Tujuannya sederhana:
pembeli pertama jadi pelanggan tetap.
Hasilnya: Dari UMKM Lokal Jadi Oleh-Oleh Nasional
Perubahan strategi memberikan dampak besar:
Penjualan online meningkat ratusan persen
Produk dicari wisatawan & pejabat nasional
Masuk toko oleh-oleh di Lombok & Bali
Aktif di website, marketplace, Instagram, TikTok, Facebook, YouTube
Produksi dikerjakan 100% tenaga kerja perempuan lokal
Nut Safir bukan hanya bisnis makanan — tapi mesin ekonomi komunitas.
Strategi Masa Depan: Naik Kelas Lewat Kolaborasi
Setelah fondasi brand kuat, fokus berikutnya adalah ekspansi.
Inovasi Produk Berbasis Riset
Varian baru dikembangkan dari survei pelanggan:
coklat almond
kopi lokal
jagung
lebui premium
Integrasi dengan Pariwisata
Targetnya:
Nut Safir menjadi bagian paket wisata kuliner Lombok.
Artinya wisatawan tidak hanya datang melihat pantai,
tapi membawa pulang rasa daerah.
Sistem Kemitraan Digital
Pengembangan reseller online untuk distribusi nasional tanpa membuka banyak toko fisik.
Pelajaran Bisnis Penting dari Nut Safir Cookies
Kisah ini menunjukkan satu hal penting:
Produk lokal tidak kalah — yang kalah hanya cara menjualnya.
Beberapa insight SMARTpreneur yang bisa ditiru:
Edukasi pasar lebih penting daripada diskon
Cerita meningkatkan nilai jual produk
Digital harus jadi kanal utama, bukan tambahan
Komunitas bisa jadi kekuatan brand
Oleh-oleh terbaik adalah yang punya identitas
Nut Safir Cookies membuktikan bahwa UMKM bisa naik kelas tanpa meninggalkan akar budaya.
Dengan bahan lokal, storytelling kuat, dan strategi digital tepat, produk sederhana bisa menjadi ikon daerah.
Bukan sekadar kue kering.
Tapi simbol bagaimana ekonomi lokal tumbuh dari dapur rumah — lalu menjangkau pasar nasional.
Dan mungkin, di masa depan, ketika orang menyebut Lombok…
yang diingat bukan hanya pantainya.
Tapi rasanya.
