Jakarta, Smartpreneur – Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga terbesar di dunia, tetapi juga membawa potensi dampak ekonomi yang signifikan bagi berbagai sektor di Indonesia. Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini, Piala Dunia berperan sebagai momentum yang dapat mendorong perputaran ekonomi tidak hanya bagi tuan rumah tapi juga bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Menurut Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Rosyid Jazuli, memperkirakan perputaran ekonomi domestik dari momentum Piala Dunia 2026 dapat mencapai sekitar Rp3 triliun–Rp4 triliun. Angka tersebut diperkirakan berasal dari peningkatan konsumsi masyarakat selama turnamen berlangsung. Dari potensi tersebut, berbagai sektor ekonomi diperkirakan akan ikut terdampak dan mengalami pertumbuhan, terutama industri media, telekomunikasi, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Dari sisi industri media dan hiburan, Piala Dunia mendorong lonjakan aktivitas digital melalui meningkatnya trafik penonton, pendapatan iklan, serta penggunaan layanan streaming atau OTT. Pola konsumsi masyarakat juga semakin bergeser ke arah multi-platform, di mana penonton mengakses konten melalui televisi, aplikasi digital, hingga platform streaming. Di Indonesia, TVRI sebagai official broadcaster Piala Dunia 2026 menggandeng mitra OTT seperti MAXStream dan Folaplay untuk menyiarkan lebih dari 100 pertandingan, sehingga memperluas akses penonton sekaligus memperkuat ekosistem media digital.
Dampak berikutnya terlihat pada industri telekomunikasi. Meningkatnya aktivitas streaming, media sosial, dan nonton bareng digital menyebabkan lonjakan penggunaan internet secara signifikan. Hal ini mendorong operator seperti Telkomsel untuk memperkuat infrastruktur jaringan agar tetap stabil, sekaligus menyediakan paket kuota dan layanan bundling yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam jangka lebih luas, momentum ini juga dapat mempercepat perkembangan ekosistem digital di Indonesia melalui peningkatan kualitas infrastruktur serta terbentuknya kebiasaan konsumsi layanan digital yang lebih kuat.
Selain itu, Piala Dunia juga memberikan peluang besar bagi UMKM. TVRI sebagai pemegang hak siar dikabarkan menggratiskan biaya lisensi nonton bareng (nobar) untuk UMKM, sehingga membuka akses yang lebih luas bagi masyaraka untuk menggelar kegiatan nobar secara legal.
Fenomena ini berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil melalui penjualan makanan, minuman, dan layanan hiburan selama turnamen berlangsung. Dengan demikian, Piala Dunia 2026 tidak hanya berdampak pada industri besar, tetapi juga turut menggerakkan ekonomi akar rumput di Indonesia.
