Jakarta, Smartpreneur — Ada satu fase dalam hidup ketika kita terlalu sibuk memikirkan apa kata orang. Outfit dipilih agar tidak terlihat aneh, sepatu dipakai agar tidak terlalu mencolok, bahkan gaya personal kadang berhenti di depan cermin karena takut dinilai. Crocs datang dengan pesan yang justru berlawanan: Let Them Talk.

Semangat itu terasa dalam peluncuran Crocs Echo II, evolusi terbaru dari Echo Collection yang pertama kali diperkenalkan pada 2022. Jika generasi sebelumnya telah dikenal melalui desain footwear yang berani dan karakter kontemporer, Echo II membawa bahasa desain tersebut ke arah yang lebih progresif dan refined. Siluetnya tetap mencuri perhatian, tetapi kini terasa lebih sculptural, dinamis, dan memiliki sentuhan sporty yang kuat.
Lebih dari sekadar kampanye fashion, Let Them Talk berbicara tentang keberanian menjadi diri sendiri. Crocs mengajak penggunanya, terutama pria, untuk tidak terlalu terjebak pada opini maupun penilaian orang lain. Sebab personal style pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling mengikuti tren, melainkan bagaimana seseorang menemukan cara paling nyaman untuk menunjukkan karakternya melalui apa yang dikenakan.
Pandangan itu mendapat resonansi kuat dari Teddy Adhitya. Bagi singer-songwriter tersebut, gaya personal memiliki hubungan erat dengan rasa nyaman dan kepercayaan diri. “Menurut saya, personal style adalah tentang merasa nyaman dan percaya diri dengan apa yang kita kenakan. Bereksperimen dan mencoba sesuatu yang berbeda adalah bagian dari menemukan gaya yang terasa personal,” ujar Teddy.
Echo II sendiri seperti dibuat untuk mereka yang tidak ingin terlalu banyak aturan. Bentuknya yang tegas dipadukan dengan garis melengkung dan konstruksi sculptural yang menghasilkan karakter visual kuat. Namun di balik tampilannya yang bold, Crocs tetap membawa DNA kenyamanan melalui konstruksi Croslite™ dan LiteRide™ footbed. Adjustable backstrap memberikan fleksibilitas, sementara TPU shank pada bagian tengah kaki dirancang untuk membantu mendukung stabilitas.
Menariknya, keberanian tampil berbeda tidak selalu berarti harus tampil berlebihan. Nathanael Moss, content creator yang turut hadir dalam Crocs Collective Talk, melihat personal style sebagai proses menemukan karakter sendiri. “Kita enggak harus selalu ngikutin tren atau takut kalau terlihat beda. Justru ketika kita berani mencoba sesuatu yang baru, kita bisa menemukan gaya yang terasa seperti diri sendiri,” ungkap Nathanael.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi pengalaman yang lebih nyata dalam acara Let Them Talk di Brookland Coffee, Jakarta, pada 17 September 2026. Alih-alih sekadar menjadi panggung untuk memperkenalkan produk, acara ini menjadi ruang untuk merayakan kreativitas dan personal style. Yakitori live, photo booth, hingga DJ performance membuat suasana terasa santai, sosial, dan dekat dengan kultur lifestyle urban.
Salah satu titik temu antara fashion dan ekspresi diri hadir melalui Crocs Collective Talk. Teddy Adhitya dan Nathanael Moss berbagi cerita mengenai fashion, kreativitas, serta cara mereka menerjemahkan karakter ke dalam gaya masing-masing. Percakapan itu memperlihatkan bahwa personal style tidak selalu lahir dari lemari penuh pakaian mahal. Terkadang, ia justru muncul dari keberanian mencoba sesuatu yang sebelumnya dianggap “bukan kita”.
Pada akhirnya, Let Them Talk adalah sebuah sikap. Orang lain boleh berkomentar, tren boleh berganti, tetapi keputusan mengenai bagaimana seseorang ingin tampil tetap berada di tangannya sendiri. Melalui Echo II, Crocs menawarkan sebuah footwear yang tidak hanya mengandalkan desain bold dan kenyamanan, tetapi juga membawa pesan bahwa berbeda bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Kalau gaya itu terasa seperti diri sendiri, let them talk.
