banner-beranda-smartpreneur
What's OnKuliner
  • 3 mins read

PASMINI – Pastel Mini, Oleh-Oleh Andalan Purwakarta

Smartpreneur Smartpreneur
  • Jan 13, 2026

Comments views
magzin magzin

Purwakarta,SMARTpreneur—Berawal dari dapur rumah dan resep favorit keluarga, PASMINI (Pastel Mini) tumbuh menjadi salah satu oleh-oleh kebanggaan Purwakarta. Di balik jenama ini berdiri Cucu Nengsih, sosok pelaku UMKM yang berhasil mengubah makanan rumahan tradisional menjadi produk fast moving yang siap bersaing di pasar modern.

Dari Satu Rasa ke Bisnis Serius
PASMINI dirintis sejak 2019, bermula dari satu varian rasa yang dibuat untuk konsumsi keluarga. Seperti banyak UMKM lainnya, tantangan awal tidak ringan: belum memiliki rumah produksi yang layak, pemasaran yang belum terarah, manajemen operasional yang belum terstruktur, hingga keterbatasan pengolahan bahan baku dan pengemasan. Namun justru dari keterbatasan itulah Cucu mulai melihat peluang untuk bertumbuh lebih besar.

Baca Juga:RUMAH DALEM: Mengolah Daun Herbal Menjadi Ikon Oleh-Oleh Khas Kudus

Titik Balik: Belajar dan Menata Ulang Fondasi
Perubahan signifikan terjadi ketika Cucu mengikuti Program Level Up Kominfo 2023 dan terpilih masuk 10 besar dari 100 UKM.
Momentum ini dimanfaatkan untuk menyusun ulang fondasi bisnis secara menyeluruh: memperjelas identitas brand, menegaskan nilai produk, memetakan segmentasi pasar, serta merancang strategi diferensiasi.

Varian rasa PASMINI berkembang menjadi tujuh pilihan—ebi, ebi pedas, ikan, ikan pedas, abon sapi, abon ikan pedas, dan cokelat—yang disesuaikan dengan preferensi usia dan selera konsumen. Kemasan pun didesain ulang agar lebih kekinian, aman, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan mitra, mulai dari minimarket, hotel, hingga paket hampers. Di saat yang sama, kemampuan observasi pasar, branding, sistem produksi, dan pengelolaan revenue stream diperkuat, termasuk menghadirkan produk tambahan seperti keripik bawang.

Hasil Nyata di Lapangan
Strategi yang diterapkan membuahkan hasil konkret. Produksi PASMINI meningkat hingga sekitar 3.000 pack per bulan, didukung mesin produksi custom berkapasitas ±1.000 pastel per jam. Produk ini kini hadir di berbagai kanal distribusi—minimarket, toko oleh-oleh, hotel, marketplace seperti Shopee, hingga website resmi.

Jangkauan pasarnya pun meluas, tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga menembus Singapura, Selandia Baru, dan Jepang melalui mitra pihak ketiga atau sistem hand-carry. Dengan daya tahan produk hingga satu tahun, PASMINI layak masuk retail modern dan dikenal sebagai fast moving product dengan tingkat repeat order yang tinggi.

Visi ke Depan: Tumbuh Bersama Daerah
Ke depan, PASMINI menargetkan perluasan pasar nasional dan internasional, sekaligus memperkuat posisi sebagai ikon oleh-oleh khas Purwakarta. Lebih dari sekadar ekspansi bisnis, Cucu memiliki visi untuk menjadi mentor lokal bagi pelaku UKM di sekitarnya melalui pembelajaran kolektif dan kolaborasi produksi.

Pengembangan sistem kerja yang efisien dengan pola pikir thinking, being, doing menjadi landasan agar bisnis tetap berkelanjutan dan produktif. Di saat yang sama, PASMINI terus membuka peluang revenue stream baru dengan tetap memberdayakan masyarakat lokal dalam proses pengolahan dan produksi.

Sebagaimana pesan Cucu Nengsih, “Jangan berhenti belajar dan berinovasi. Dengarkan masukan dari mentor, pelajari kebutuhan pasar, dan terus kembangkan potensi lokal.”

Dari pastel mini sederhana, PASMINI membuktikan bahwa produk lokal bisa naik kelas dan membawa nama daerah melangkah lebih jauh.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *