Malang, SMARTpreneur – Di sebuah kota yang lebih sering dikenal lewat udara sejuk dan kopi rakyatnya, lahirlah sebuah gagasan sederhana namun bernyali besar. Namanya MBOWIS SYRUP—produk sirup alami asal Malang yang kini perlahan tapi pasti mengubah cara banyak pelaku usaha memandang pemanis minuman. Di baliknya ada sosok Faris Hamim Udin, atau yang akrab disapa Bang Faris, seorang mantan konsultan F&B yang memilih turun langsung ke dapur persoalan industri minuman.

Pada awal 2010-an, Bang Faris melihat satu masalah klasik namun krusial: bahan baku sirup kopi didominasi produk impor, harganya mahal, logistiknya rumit, dan tidak selalu cocok dengan karakter rasa lokal. Botol kaca mudah pecah, ongkos kirim tinggi, dan ketergantungan pada pasokan luar negeri membuat banyak kedai kopi kecil tercekik sebelum tumbuh. Dari kegelisahan itulah MBOWIS SYRUP lahir—bukan sekadar sebagai produk, tetapi sebagai solusi.
Baca Juga:Strategi Pengelola Pasar Joyoboyo Kediri Membangun Pasar Tradisional Bisa “Ngangeni”
Perjalanan awal tentu tidak mulus. Ketika MBOWIS baru berjalan sekitar satu tahun, pandemi datang tanpa aba-aba. Pola konsumsi berubah, banyak kafe tutup, dan pasar B2B melemah. Namun alih-alih bertahan dengan cara lama, Bang Faris memilih beradaptasi. Ia mengikuti program UMKM Level-Up dan mendapatkan pendampingan dari Coach Margetty. Di titik ini, strategi MBOWIS mulai menemukan bentuknya yang khas.
Alih-alih menjual agresif, MBOWIS justru memperluas. Mereka memberikan pelatihan barista, membuka konsultasi bisnis kopi, dan membangun hubungan jangka panjang dengan mitra. Edukasi menjadi kunci—tentang sirup organik berbahan lokal, rendah kalori, dan relevan dengan gaya hidup sehat. Harga dibuat kompetitif, namun kualitas tidak ditawarkan. Filosofinya sederhana: jika mitra berkembang, loyalitas akan datang dengan sendirinya.
Pendekatan itu terbukti bekerja. Hari ini, MBOWIS SYRUP memiliki 49 varian produk—mulai dari 28 rasa sirup, 8 rasa gula cair, hingga teh, kopi, dan bubuk minuman. Distribusinya menjangkau 93 kota dan kabupaten di Indonesia, bahkan menembus pasar Brunei dan Singapura. Dalam berbagai blind test, rasa MBOWIS diakui sebagai salah satu yang terbaik di kelasnya. Yang lebih penting, mereka membangun jaringan pelanggan dan distributor yang loyal karena merasa dilibatkan, bukan sekadar dijadikan target penjualan.
Ke depan, ide besar MBOWIS semakin jelas. Mereka ingin memperkuat posisi sebagai brand sirup alami yang sehat, menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri kopi dan F&B, serta membuka jalan bagi pebisnis kopi baru lewat paket lengkap—dari sirup, mesin, pelatihan, hingga pendampingan SOP operasional. Lebih jauh lagi, Bang Faris mendorong UKM lain untuk berani memproduksi di dekat sumber bahan baku lokal demi efisiensi dan daya saing jangka panjang.
Prinsip yang ia pegang teguh terasa relevan di tengah hiruk-pikuk bisnis hari ini:
“Kami tidak hanya jualan produk, tapi memberi nilai. Kami bantu pelaku usaha berkembang dulu, dan sebagai timbal balik mereka loyal ke produk kami.”
Dari Malang, MBOWIS SYRUP membuktikan bahwa manis tak selalu harus mahal—asal dibuat dengan niat yang benar dan strategi yang terukur.
