banner-beranda-smartpreneur
What's On
  • 4 mins read

ORI030 Jadi Magnet di Tengah Gejolak Global, UOB Dorong Investor Bangun Portofolio yang Lebih Tangguh

Smartpreneur Smartpreneur
  • Jul 20, 2026

Comments views
magzin magzin

Jakarta, Smartpreneur – Ketidakpastian ekonomi global akibat perubahan arah kebijakan moneter, dinamika geopolitik, hingga fluktuasi pasar keuangan kembali menguji ketahanan portofolio para investor. Di tengah kondisi tersebut, UOB Indonesia menggelar UOB Media Literacy bertajuk “Navigating Market Volatility: Building Portfolio Resilience with ORI030” di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Forum ini menghadirkan para ekonom, regulator, dan praktisi wealth management untuk mengulas strategi investasi yang mampu menjaga keseimbangan antara keamanan aset dan potensi imbal hasil jangka panjang.

Membuka acara, Bea Teh Tan, Consumer Banking Director UOB Indonesia, menegaskan bahwa tantangan global justru menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investasi. Menurutnya, investasi yang baik tidak hanya mengejar keuntungan tertinggi, tetapi juga memahami risiko dan tetap konsisten terhadap tujuan keuangan jangka panjang. Ia menambahkan bahwa literasi keuangan menjadi komitmen utama UOB dalam membantu masyarakat membangun kekayaan secara lebih cerdas, disiplin, dan berkelanjutan di tengah perubahan lanskap ekonomi dunia.

Optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia turut disampaikan Enrico Tanuwidjaja, ASEAN Economist UOB. Ia menilai Semester II-2026 menjadi fase new normal, ditandai dengan stabilnya harga minyak dunia, membaiknya nilai tukar, meningkatnya kepercayaan masyarakat, serta pulihnya aktivitas konsumsi dan investasi. Menurut Enrico, berbagai kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia selama beberapa bulan terakhir berhasil memperkuat fondasi ekonomi nasional sehingga aliran dana asing kembali masuk ke pasar domestik.

Enrico menjelaskan bahwa investor global kini kembali memburu instrumen pendapatan tetap dengan imbal hasil di atas 6 persen yang memiliki tingkat keamanan tinggi. Ia memperkirakan BI Rate masih berpotensi naik hingga 6,5 persen pada akhir 2026, kondisi yang justru meningkatkan daya tarik obligasi pemerintah. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan global, serta posisi Asia Tenggara yang tetap menjadi kawasan dengan prospek ekonomi terbaik, Indonesia dinilai masih menjadi tujuan investasi yang kompetitif.

Dari sisi regulator, Chandra A.S. Wibowo, Analis Keuangan Negara Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, menegaskan bahwa kekuatan fundamental fiskal Indonesia menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan investor. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026, inflasi yang terkendali di kisaran 3,34 persen, serta keberhasilan APBN menjalankan fungsi shock absorber menjadi bukti bahwa kebijakan fiskal mampu meredam tekanan eksternal. Kepercayaan pasar juga tercermin dari keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

Dalam situasi tersebut, Chandra menilai ORI030 hadir sebagai instrumen investasi yang menjawab kebutuhan investor akan keamanan, kepastian, dan fleksibilitas. Obligasi negara ritel ini menawarkan kupon tetap (fixed coupon) untuk tenor 3 tahun dan 6 tahun, pajak yang lebih rendah dibanding deposito, serta jaminan pembayaran kupon dan pokok oleh pemerintah. Keunggulan lain adalah ORI030 dapat diperdagangkan di pasar sekunder sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor. Hingga 16 Juli 2026, realisasi penjualan telah mencapai Rp21,9 triliun dari target Rp25 triliun, mencerminkan tingginya minat masyarakat, khususnya generasi milenial yang mendominasi investor SBN Ritel.

Lebih jauh, Chandra menekankan bahwa ORI030 bukan sekadar instrumen investasi, tetapi juga menjadi sarana masyarakat berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Investor memperoleh double return, yaitu keuntungan finansial sekaligus manfaat sosial melalui pembiayaan APBN. Khusus untuk ORI030 tenor enam tahun (ORI030T6), pemerintah memberikan label SDGs Bond Ritel, sehingga dana yang dihimpun turut mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan berkelanjutan menuju target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Sementara itu, Emillya Soesanto, Executive Director sekaligus Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, melihat Semester II-2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat portofolio investasi. Menurutnya, valuasi pasar saham Indonesia saat ini berada pada level yang menarik, sementara koordinasi yang solid antara pemerintah dan Bank Indonesia berhasil menjaga stabilitas pasar keuangan. Di sisi lain, ORI030 dengan imbal hasil sekitar 7 persen menawarkan kombinasi ideal antara keamanan dan potensi pendapatan tetap, sehingga sangat sesuai bagi investor dengan profil risiko konservatif maupun mereka yang ingin menyeimbangkan portofolio.

Emillya menekankan pentingnya menerapkan strategi Risk-First Approach melalui tiga prinsip utama, yakni be prepared, diversify, dan be strategic. Investor tidak perlu menunggu kondisi pasar benar-benar ideal karena volatilitas merupakan bagian alami dari siklus investasi. Yang jauh lebih penting adalah membangun portofolio yang terdiversifikasi, menempatkan instrumen pendapatan tetap sebagai fondasi stabilitas, serta menyusun strategi investasi yang konsisten dengan tujuan keuangan jangka panjang. Melalui penyelenggaraan UOB Media Literacy, UOB berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya investasi berbasis literasi, sehingga mampu membangun portofolio yang tangguh sekaligus memanfaatkan peluang yang ditawarkan ORI030 hingga masa penawaran berakhir pada 30 Juli 2026.

Share: