SMARTpreneur — Dari dapur sederhana di Kudus, lahir sebuah usaha yang membuktikan bahwa bahan yang kerap dipandang sebelah mata bisa menjelma menjadi produk bernilai tinggi. Rumah Dalem, UMKM lokal yang dirintis Bu Nurheni, menghadirkan makanan sehat berbasis daun herbal—mulai dari keripik daun salam, wedang celup, cookies daun salam, hingga olahan daun beluntas. Seluruh produk diracik dengan sentuhan inovasi modern, berlandaskan konsep zero waste, dan kini menjadi ikon oleh-oleh khas Kudus yang diburu wisatawan.

Berawal dari Ketidaksengajaan
Perjalanan Rumah Dalem bermula dari momen sederhana. Bu Nurheni membantu tugas sekolah anaknya membuat produk berbahan ubi ungu untuk hari bisnis. Tak disangka, produk tersebut mendapat respon positif. Dari sanalah muncul keberanian untuk melangkah lebih jauh—mengembangkan pangan fungsional dari bahan lokal.
Baca Juga:JENK AYUD SEAFOOD — Sukses Kembangkan Usaha Frozen Food di Kota Malang
Tantangan terbesar kala itu bukan hanya teknis produksi, melainkan pola pikir. Setelah 23 tahun berkarier sebagai karyawan dan mengelola rumah tangga, Bu Nurheni harus mengubah cara pandang: dari pencari aman menuju wirausaha mandiri. Tantangan lain yang tak kalah besar adalah mengangkat daun salam—bahan yang sering dianggap biasa—menjadi camilan lezat dengan nilai jual tinggi.
Menguatkan Fondasi Lewat Pembelajaran
Titik balik penting hadir saat Bu Nurheni mengikuti Program Level-Up Kominfo 2023. Di sana, ia memperkuat fondasi bisnis secara menyeluruh: menyusun visi-misi dan target KPI jangka 3, 6, hingga 12 bulan; memahami keuangan dengan lebih sehat (cash flow, omset vs profit); memetakan pasar dan strategi pemasaran online-offline; memperkuat branding; serta membangun jejaring B2B dan B2C.
Tak kalah krusial, Rumah Dalem mulai menerapkan SOP produksi yang rapi dan menjalin kolaborasi erat dengan petani, pemasok, hingga reseller. Kolaborasi ini menjadi kunci konsistensi kualitas dan keberlanjutan bahan baku.
Tumbuh, Mengglobal, dan Memberi Dampak
Strategi yang dijalankan membuahkan hasil. Produk keripik daun salam dan olahan herbal Rumah Dalem kini dipasarkan melalui reseller dan platform online seperti Shopee. Partisipasi dalam pameran luar negeri—hingga Malaysia dan Timur Tengah—membuka pintu pasar global. Di sisi lain, Rumah Dalem juga tumbuh sebagai entitas yang berdampak sosial: membuka lapangan kerja (10 karyawan inti, ditambah sistem borongan saat event), serta meningkatkan skala produksi berbasis kebun milik sendiri demi menjaga kualitas dan kesinambungan.
Lebih dari itu, Bu Nurheni bertransformasi dari pelaku usaha menjadi mentor UMKM, berbagi pengalaman dan mendorong pelaku lain untuk naik kelas bersama.
Ide Besar ke Depan: Berkelanjutan dan Kolaboratif
Rumah Dalem menatap masa depan dengan rencana ekspansi yang terukur.
Lini produk akan diperluas melalui budidaya nanas Nusantara (18 varietas) yang diolah menjadi manisan, sirup, dan Sakunas (sari kulit nanas). Produk jamur—mulai dari keripik, kaldu, hingga kecap jamur—juga tengah dipersiapkan. Seluruh pengembangan ditopang penguatan SOP agar bisnis dapat bertumbuh ke unit-unit baru tanpa kehilangan kendali.
Sejalan dengan itu, Rumah Dalem terus memperluas pemasaran digital dan membangun ekosistem desa berbasis zero waste dan keberlanjutan—agar nilai tambah ekonomi berjalan beriringan dengan kelestarian.
Pesan untuk Sesama Pelaku Usaha
Bu Nurheni menutup kisahnya dengan pesan sederhana namun bermakna:
“Jangan takut mencoba. Peluang bisa datang dari mana saja, bahkan dari ‘ketidaksengajaan’. Jalani usaha dengan nilai manfaat dan kebersamaan. Jangan tumbuh sendirian—berbagi dan berkolaborasi.”
Kisah Rumah Dalem membuktikan bahwa inovasi, ketekunan, dan kolaborasi mampu mengubah yang biasa menjadi luar biasa—serta menumbuhkan usaha yang berakar kuat di lokal, namun berdaya saing global.
