banner-beranda-smartpreneur
What's OnFashion
  • 3 mins read

ANANTARI – Batik Tulis Monokrom Asli Jogja Unik dan Berkualitas

Smartpreneur Smartpreneur
  • Jan 10, 2026

Comments views
magzin magzin

Yogyakarta, SMARTpreneur – Anantari, brand batik monokrom asal Yogyakarta yang mempertahankan keunikan warna hitam-putih timeless dalam setiap koleksinya.
Resky Noviana sebagai founder berbagi cerita tentang alasan memilih monokrom, proses rebranding dari Yasmin Batik ke Anantari, hingga strategi menjaga kualitas, loyalitas pelanggan, dan keberlanjutan bisnis. 
Awalnya banyak yang meremehkan Anantari karena dianggap usaha kecil tanpa prospek besar. Hal ini dianggap sang founder sebagai tantangan dan menjawab tantangan tersebut, iya melakukan Rebranding pasca COVID – Dari Yasmin Batik menjadi Anantari agar lebih mudah diingat dan memiliki makna tinggi dari bahasa Sanskerta. Menata SDM dan regenerasi pembatik lantaran kesulitan mencari tenaga kerja dengan skill sesuai, terutama karena pembatik tradisional umumnya sudah lanjut usia. Selain itu, motif sering dijiplak – Produk uniknya kerap ditiru, sehingga perlu strategi desain baru dan update koleksi empat kali setahun. Juga, menguatkan persepsi harga batik premium – Meyakinkan pasar menengah ke atas bahwa harga setara dengan kualitas dan prestige produk.
Membangun identitas brand yang kuat: Fokus hanya pada warna hitam-putih untuk menancapkan positioning “Batik Monokrom, ya Anantari” menjadi fokus strategi Anantari.
Rebranding profesional: Nama Anantari dipilih agar mudah diucapkan, bermakna “bercita-cita tinggi”, dan cocok untuk ekspansi global.
Segmentasi pasar jelas: Menyasar perempuan 35+ dengan desain oversize unisex, praktis, dan fleksibel untuk berbagai gaya.
Customer journey & database: Mengelola pelanggan dari suspek → prospek → shopper → customer → member → loyal customer dengan sistem privilege, pre-launching, dan personal approach.

Diversifikasi produk: Tetap fokus pada batik tulis namun mengembangkan pakaian multi-gaya seperti bestseller Otisa yang bisa dipakai 3 gaya (outer, cape, atau rok lilit).
Penguatan saluran distribusi: sebagian besar offline (showroom Tamansari & bandara Kulon Progo), namun tetap hadir di marketplace (Shopee Malaysia, Tokopedia, TikTok Shop).
Kolaborasi & ekosistem: Menjalin kemitraan dengan SMK, kampus, dan komunitas muda untuk regenerasi pembatik dan pencipta konten.

Baca Juga:WAYANG WINDU Populerkan Produk Susu Olahan Desa

Setelah menjalankan strategi tersebut, Brand awareness meningkat drastis: Identik dengan batik hitam-putih, sehingga orang langsung ingat Anantari saat mencari batik monokrom.
Pameran dan penghargaan: Rutin tampil di fashion show, expo, hingga event besar seperti Inacraft.
Penjualan offline stabil dengan repeat order: Banyak turis asing membeli di bandara dan memesan ulang dari luar negeri.
Loyal customer terbentuk: Ada pelanggan yang memiliki koleksi hingga 10 outfit Anantari meski belum pernah bertemu langsung.
Ekspansi pasar: Produk sudah dijual hingga Malaysia melalui Shopee, dan repeat order pelanggan luar negeri.
Dampak sosial: Memberdayakan ±20 karyawan tetap, banyak ibu rumah tangga freelance, mitra jahit, pembatik, hingga kolaborasi dengan anak-anak muda.

Implementasi dan Ide Besar ke Depan
Sustainability business: Membuat bisnis tetap hidup meski owner sudah tidak ada, menjadikannya legacy keluarga.
Rencana koleksi berkelanjutan: Tetap update 4 koleksi baru per tahun agar selalu unggul di depan para peniru.
Ekspansi global: Memperkuat nama Anantari Indonesia untuk memperluas pasar internasional.
Mengembangkan regenerasi pembatik muda: Terus mengajak generasi muda belajar batik kontemporer agar budaya lokal tidak punah.
Membangun sistem retail & member yang lebih kuat: Memperluas database dan community pelanggan loyal.
“Bangun bisnis dengan cita-cita tinggi. Jangan takut ditiru, karena kalau Anda ditiru, berarti Anda di depan. Teruslah inovasi dan tetap berpegang pada kualitas. Bisnis yang baik bukan hanya menguntungkan diri sendiri, tapi juga memberi manfaat pada banyak orang di sekitar,” tutup Resky Noviana.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *